Jumat, 28 Februari 2014

Meja Makan Kembali Ramai





Suatu siang di penghujung Mei lalu, sebelum bulan puasa tiba, meja makan rumah Rasamasa ramai dengan aneka masakan Indonesia. 

Seperti magnet, aneka makanan itu menarik kami, para penghuni rumah. Satu per satu ambil posisi strategis mengelilingi meja makan. Celoteh meluncur dengan bebas sambil makan enak. Bagai penari, jari jemari tangan lincah bergerak dari satu hidangan ke hidangan lainnya, terkadang disertai tawa lepas dan lucu, sebagai latar musiknya.
Ekspresi wajah berubah takjub dan bibir berucap “Wow!”, saat kisah di balik makanan keluarga dituturkan. Mulai dari na niura khas batak yang mirip sashimi dari Jepang, sampai 30 ikon masakan Indonesia yang sedang digadang-gadang oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Salah satunya, rendang, yang jadi hidangan pilihan versi pembaca CNN tahun 2011, it’s one of 50 CNN World’s Best Food!
Kemudian, rekan saya, Shanty Harmayn, mengisahkan indahnya makan bersama di meja makan keluarga saat kanak-kanak.  “Sopan santun itu dimulai dari meja makan,” sambung saya. Kalimat ini jadi perenungan sesaat saat makan bersama siang itu.
Saya tersadar, meja makan keluarga sudah alih fungsi! Seorang teman mengaku, meja makan keluarganya sudah jadi “gudang” camilan. Sementara meja makan seorang kawan di Medan justru jadi “lemari” obat ayahnya. Belum lagi yang alih fungsi jadi meja kerja.
Sifat keguyubannya telah hilang, meja makan disinggahi bila perlu saja. Tak ada lagi saat makan bersama yang bersambung ceritanya. Padahal, seperti yang terjadi siang itu, makan bersama di meja makan keluarga Rasamasa menyatukan kami, yang tak hanya berasal dari beragam latar belakang, selera, dan standar kesopanan, melainkan juga generasi yang berbeda.
Mulai dari generasi junkie medsos, generasi pager, angkatan 1990, hingga flower power generation alias angkatan ’60-an—semua harmonis bercakap soal resep keluarga dan saling menghargai, …the power behind food.
Keramaian meja makan di bulan Mei di Rasamasa berlanjut. Apalagi bulan puasa sudah tiba.
Kumpul bareng di meja makan, menikmati sajian enak resep keluarga, membuat meja makan beroleh kembali maknanya.
Makan bersama di meja makan keluarga menjadi momen yang mewah di mana makan diramaikan percakapan penghuni rumah lengkap dengan tumpahan remah-remah hidangan yang tersaji.
Ada wajah nenek, kakek, ibu, bapak, anak perempuan, anak lelaki, hingga cucu dan cicit yang jadi penerus rasa masa selanjutnya. Rasa favorit dari setiap generasi, yang tumbuh dari kebiasaan makan keluarga dan diturunkan lewat resep keluarga, adalah kekuatan yang menyatukan, untuk saling memaafkan dan menjaga silatuhrahmi.  

Sitta Manurung
Terbit 12 Jul 2013 di www.rasamasa.com
Edit ulang

Rabu, 02 Juni 2010

Nutrisi Untuk Sahabatku

Adik-adik Sahabat Anak di Mangga Dua (Pembagian Nutrisi)


Sudah makan apa saja seharian ini?  Bisa jadi, ini bukan pertanyaan yang sulit dijawab buat kebanyakan kita. Bahkan tanpa diminta pun, kita akan berceloteh menceritakan perasaan senang, kesal, atau surpriseakibat kita makan. Tidak sebatas itu, detil rasa dan bentuk hidangan bahkan terkadang komplit dengan kandungan kalori dan gizinya meluncur dengan ringan dari bibir ini. Makan memang kegiatan yang menstimulus rasa senang. Sayang, tidak semua orang bisa mengalaminya. 
  
Suatu kesempatan, saya menonton film pendek dari Youtube, yang dikirim seorang sahabat. Terlihat seorang bapak paruh baya, sibuk menyatroni resto fast food satu ke resto fast food lainnya. Sebuah wadah besar ada di tangannya. Ternyata bapak tersebut, melakukan yang mungkin membuat Anda merasa miris sekaligus mual ingin muntah. Bagaimana tidak, sisa-sisa hidangan para konsumen yang datang ke resto ayam goreng tersebut yang telah tidak berbentuk, bercampur dengan tissue kotor, dan sisa bahan makanan lain, dituang dari tong sampah resto ke dalam wadah besar yang dia bawa. Dan, betapa terkejutnya saya, ketika menyaksikan mimik bahagia dari anak-anaknya saat pria paruh baya itu tiba di rumah. Yang lebih membuat saya tidak tahan menahan mual adalah dengan lahap mereka pun menikmati hidangan sampah sisa makanan dari resto fast food tadi.