Sabtu, 28 Juni 2014

Halalkah Yang Kita Makan?





Mari mulai revolusi mental dengan bertanya, halalkah uang yang akan kita gunakan untuk belanja segalam macam pangan di Ramadhan ini?


Sabtu, 28 Juli pagi tadi, ada yang menarik di layar kaca Metro TV, menyoal revolusi mental yang diluncurkan oleh Joko Widodo, calon presiden kita. Banyak gagasan dan kupasan yang digulirkan oleh kedua tamu yang diundang Metro TV soal itu. Dan, saya tercenung dan ikut membenarkan apa yang dilontarkan oleh Prof. Rhenald Kasali. Menurut Prof Renald Kasali, salah satu nilai yang perlu direvolusi dari orang Indonesia adalah materialisme. Isme soal materi.

Pikir saya, pantas saja barang buatan luar negeri laku sangat di negeriku, padahal yang menyelamatkan negeriku dari krisis ekonomi global ya UKM alias produk buatan dalam negeri. Kasihan jiwa- jiwa di negeri ku kalau dengan menggunakan produk merek luar terkenal menjadi merasa lebih percaya diri. Kepercayaan diri orang di negeri ku banyak dibangun di dalam dan melalui benda bermerek mahal itu. Materi sungguh sudah menjadi isme di negeri ku rupanya.

Prof. Renald juga ungkap kebenaran lain, yang tak lepas dari isme materi. Kali ini soal makanan halal. Negeriku memang teliti nian soal makanan halal. Agar tak terjerumus ke kubangan haram, ditunjuklah  satu institusi yang mengurusi soal halal ini.

Halalkah cokelat ini? Halalkah bakso”Pak Imin” itu? Halalkah sosis itu? Halalkah..? Itulah pertanyaan kritis di negeri ku.

Puasa memang baru besok (ketetapan Pemerintahku), mengapa tak awali persiapan hati, jiwa, dan pikir kita sebelum memulai puasa dengan bertanya halalkah uang yang akan kita gunakan untuk segala macam bahan pangan selama 1 bulan Ramadhan ini? 


Selamat menjalankan revolusi mental di Ramadhan ini!

Sitta Manurung